IHSG ditutup melemah di tengah 'wait and see' RDG Bank Indonesia
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore ditutup melemah di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI).

Elshinta.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore ditutup melemah di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI).
IHSG ditutup melemah 35,43 poin atau 0,45 persen ke posisi 7.862,95. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 5,83 poin atau 0,71 persen ke posisi 815,23.
"Pelaku pasar menantikan hasil RDG BI, yang menurut konsensus akan mempertahankan BI Rate di level 5,25 persen, setelah pada RDG Juli 2025 menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin ," sebut Tim Riset Phintraco Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) diperkirakan masih berpeluang menurunkan suku bunga lagi pada tahun ini, apabila laju inflasi masih terkendali dalam kisaran target BI sebesar 1,5-3,5 persen.
Inflasi Mei-Juli berturut-turut mengalami kenaikan hingga mencapai 2,37 persen year on year (yoy) pada Juli 2025, yang merupakan inflasi tertinggi sejak Juni 2024, namun masih dalam kisaran target BI.
Dari mancanegara, pelaku pasar mencermati keputusan moneter bank sentral China, yang diperkirakan akan kembali mempertahankan Loan Prime Rate 1 tahun pada level 3 persen dan 5 tahun pada level 3,5 persen.
Suku bunga pada level rendah di China, disinyalir sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi China di tengah ancaman perang tarif, melemahnya daya beli dan mendorong pemulihan sektor properti.
Dari kawasan Eropa, Inggris akan merilis data inflasi bulan Juli 2025 yang diperkirakan naik menjadi 3,7 persen (yoy) dari 3,6 persen (yoy) di Juni 2025 yang merupakan level tertinggi sejak Januari 2024.
Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor menguat yaitu dipimpin sektor industri yang naik sebesar 1,81 persen, diikuti oleh sektor transportasi dan logistik serta sektor barang kesehatan yang naik masing- masing sebesar 1,49 persen dan 0,26 persen.
Sedangkan, empat sektor melemah yaitu sektor infrastruktur paling dalam minus 0,41 persen, diikuti oleh sektor keuangan dan sektor barang konsumen non primer yang turun sebesar 0,34 persen dan 0,34 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BEER, KBLV, MAYA, CSIS dan ASLC. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni INPP, AMMS, ZYRX, AREA, dan ARTA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.176.070 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 40,05 miliar lembar saham senilai Rp18,55 triliun. Sebanyak 405 saham naik 242 saham menurun, dan 155 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 124,81 poin atau 0,33 persen ke 43.571,00, indeks Shanghai melemah 0,74 poin atau 0,02 persen ke 3.727,71, indeks Hang Seng melemah 53,95 poin atau 0,21 persen ke posisi 25.122,45, dan indeks Straits Times menguat 28,81 poin atau 0,69 persen ke 4.216,20.